Selasa, 18 April 2017

Saya dan Damian Sone

Ini foto-foto tahun 2015 di Bali. Waktu itu, secara kebetulan, saya bertemu lagi dengan seorang teman lama bernama Damian Sone di rumah sakit Sanglah-Bali. Saya bilang bertemu lagi, karena kami bertemu terakhir kali sekitar tahun 2007 di Jogjakarta, ketika dia hendak pergi kuliah di Spanyol. Dalam keadaan mabuk, saya masih mengenalnya sangat baik.

Waktu bertemu di rumah sakit Sanglah-Bali itu, dia berjanji akan menjemput saya untuk jalan-jalan. Saya percaya saja. Saya selalu percaya kawan.

Beberapa waktu kemudian, teman saya Damian Sone yang kebetulan hari itu akan mengantar kedua kawannya dari Spanyol berkeliling beberapa tempat wisata di Bali, mengajak saya untuk ikut bersamanya juga. Kami dan kedua teman asal Spanyol itu berkeliling beberapa tempat wisata hingga Kintamani. Saya ingat, setiap kali berhenti di sebuah tempat wisata, kami biasanya mendapatkan dua bungkus rokok dan uang tip. Uang tipnya kawan saya Damian Sone kali itu harus dibagi dua dengan saya. Kalau dapat dua ratus ribu, dia biasanya memberi saya setengahnya atau seperempatnya. Hari itu, saya mendapat uang sekitar Rp. 300.000 dan 5 bungkus rokok. Dia tahu, saya bertahan untuk menulis dan saya memang seorang perokok. Terima kasih, kawan.
Share:
Posting Komentar