Sabtu, 01 April 2017

Bapak Jokowi, Hanya Bayangan juga Kami Bangga....

Foto: Koleksi pribadi.

Langit di Desa Napan begitu cerah, tak ada tanda-tanda akan turun hujan. Hari itu (20/12) seolah akan menjadi hari paling bersejarah dalam hidup sebagian besar masyarakat Kecamatan Bikomi Utara, kabupaten Timor Tengah Utara. Bagaimana tidak? Jokowi, presiden RI yang menghadiri upacara hari ulang tahun NTT di Kupang, dikabarkan akan berkunjung ke perbatasan RI-Timor Leste di Desa Napan, Kecamatan Bikomi Utara, kabupaten Timor Tengah Utara. Pemerintan daerah kabupaten Timor Tengah Utara bersama masyarakat Kecamatan Bikomi Utara, hanya dalam waktu 48 jam, bahu-membahu mempersiapkan kedatangan presiden.

Alat-alat berat dikerahkan untuk menggusur landasan helikopter dan jalan masuk ke kantor Kecamatan Bikomi Utara di Desa Napan yang terletak hanya beberapa meter saja dari garis batas NKRI-Timor Leste. Pihak keamanan menyisir segala penjuru jalan hingga steril. Tua-tua adat dari berbagai desa di Kecamatan Bikomi Utara berkumpul dan menyiapkan takanab (kata sambutan secara adat). Kelompok penari terus berlatih hingga kompak. Para pemuda dan bapak-bapak membantu panitia menyiapkan tenda dan kursi. Ibu-ibu dan para gadis mengumpulkan kayu api dan alat masak. Penyembelihan hewan tak terhindarkan, sebab bagi masyarakat Kecamatan Bikomi Utara, kedatangan presiden Jokowi merupakan sebuah sejarah, sebuah pesta rakyat perbatasan.

Sayang, presiden Jokowi yang dinanti-nanti masyarakat perbatasan itu tidak kunjung muncul. Bupati kabupaten Timor Tengah Utara mengaku kecewa sekaligus tulus dengan penantian yang sia-sia itu. “Hit ne’ken namen, me he tmoe on me (Kita kecewa, tetapi mau mau berbuat apa lagi). Saya juga tidak tahu. Sampai tadi malam (19/12) jam 23.00 WITA baru ada informasi pembatalan. Mengenai alasan pembatalan kedatangan presiden, saya juga tidak tahu. Kami tidak tahu. Mungkin ada agenda yang lebih penting yang harus dijalankan oleh presiden. Kami sebagai bawahan selalu harus siap sedia setiap saat. Kita (masyarakat TTU) tetap mengharapkan kedatangan presiden. Ini (menanti kedatangan presiden) merupakan ketulusan hati rakyat. Masyarakat sangat antusias dalam mempersiapkan kedatangan presiden.”Kata Bupati TTU, Raymundus Fernandez, S. Pt, ketika diwawancarai WF.

Penetapan jadwal kunjungan oleh protokoler presiden yang tidak pasti, membuat Pemerintahan daerah dan masyarakat kewalahan. Walaupun sudah mendapat informasi pembatalan kunjungan presiden ke perbatasan Napan beberapa jam sebelumnya, tetapi pemerintah daerah dan masyarakat tetap menunggu kedatangan presiden. “Ya, protekoler presiden mestinya menyusun jadwal kunjungan dan menetapkan secara pasti titik-titik yang harus dikunjungi sehingga tidak terkesan mengecewakan rakyat” Sambung Fernandez.
Sebagian besar masyarakat TTU, khususnya masyarakat di kecamatan Bikomi Utara, walaupun mengaku kecewa dengan pembatalan kunjungan presiden ke Perbatasan RI-Timor Leste di Napan, tetapi tetap merasa bangga. Masyarakat mengaku merasa bangga karena setidaknya presiden mengingat mereka dalam hati. “Hanya (bertemu) dalam bayangan saja kami sudah senang. Kami merasa berbangga karena bapak presiden NKRI, bapak Jokowi membayangkan kami dalam hatinya. Nkoenon on mansa saenam msat namnes onle nem on mansa mofon (Berkunjung di bagian matahari terbit juga sama seperti berkunjung ke matahari terbenam. Kali ini mungkin kita cukup bertemu dalam bayangan saja. Kami tetap bangga. Kami juga bangga, karena dengan hanya bertemu dalam bayangan itu, lapangan bola kaki, lapangan bola volly, jalan masuk ke kantor camat bisa diperbaiki. Bapak Jokowi..., meskipun tidak singgah di kami, hanya bayangan juga kami sudah bangga,”tutur Tua Adat Perbatasan Napan, Martinus Taeki.

‘Perjumpaan dalam bayangan itu’ tetap dirayakan oleh pemerintah daerah bersama masyarakat kecamatan Bikomi Utara. Musik tetap menggelegar dan tarian perjumpaan tetap dimainkan. Pemerintahan daerah dan masyarakat kelihatan memang tetap bangga, walaupun perjumpaan dengan presiden Jokowi itu terjadi hanya dalam bayangan. (Unu Ruben Paineon/WF Kefamenanu.)

Share:
Posting Komentar