Jumat, 17 Maret 2017

Pantai Oebubun: Sebuah Rumah yang Tenang

Foto: Koleksi Perkumpulan Lopo BIINMAFO.

Pantai Oebubun itu seperti rumah yang tenang. Para pengunjung duduk berkelompok di atas hamparan pasir yang diam. Bercengkrama dan tertawa lapas sepanjang pantai dengan air lautnya yang tenang.

Ibu-ibu setengah baya malah lebih rewel kepada anak gadisnya yang seksi tentang susah-senangnya kawin muda. Kaum bapak dan para lelaki remaja duduk melingkar. Hidup seolah adalah sebuah lingkaran. Tema apa saja tentang hidup itu, bagi lelaki remaja dan dewasa, ikan bakar dan laru putih adalah kawan lama. Itu bukan tentang bagaimana seorang lelaki belajar mabuk, tetapi tentang hidup penuh tawa ria di sebuah rumah yang tenang.

Menjelang senja, para lelaki penduduk setempat kelihatan duduk melongo, menikmati segelas kopi hitam berteman sebatang tembakau lintingan. Para lelaki itu jelas menunggu senja untuk bermimpi dengan jala di lampara. Para perempuan malah sibuk mengurus ikan kering; mencuci ikan hasil tangkapan, memberi garam, menghitungnya dalam ikatan dan menjemunya hingga kering. Anak-anak bermain sepuasnya, berlari, melompat, menerkam, menendang dan berteriak. Mereka begitu bersahabat dengan laut di pantai Oebubun.

Pantai Oebubun yang terletak di Desa Oepuah Utara, Kecamatan Biboki Moenleu itu menawarkan pemandangan yang eksotik. Hamparan pasir halus sepanjang pantai. Bukit-bukit batu yang kokoh. Pohon-pohon yang rimbun. Angin segar. Ketenangan dan kecantikan yang utuh ketika matahari ketika terbenam di ufuk Barat. Benar-benar sebuah rumah yang nyaman.

Pantai Oebubun dapat ditempuh dalam waktu 1-2 jam perjalanan dari kota Kefamenanu dengan menggunakan kendaraan bermotor. Jarak tempuh ± 75 kilometer itu sungguh tidak menyiksa, karena sepanjang perjalanan menawarkan pemandangan yang menarik hingga tak sadar ketika tiba di Pantai Oebubun.

Penduduk setempat begitu ramah, bahkan sampai tega menawarkan bara api dari tungku di dalam rumahnya bagi pengunjung untuk membakar ikan kering atau ikan mentah. Setiap orang yang meninggalkan Pantai Oebubun, tentunya membawa pulang sejuta kenangan. Sebab di sana, di Pantai Oebubun itu seseorang bisa terinspirasi hingga mengambil keputusan untuk beraksi. Itulah ceritera sebuah rumah yang tenang.

Travel qiude ini pernah diterbitkan Majalan Warta FLOBAMORA.
Share:
Posting Komentar